Hai....
Apa kabar? Aku ingin melirih, bolehkah?
Aku merindukanmu, itu lirihku yang teramat pelan yang mampu ku ucap.
Sini, kemarikan tanganmu.
Nah, bisa kau rasakan degup jantungku saat ini?
Itu selalu terjadi bahkan ketika aku mencoba melupakan.
Heiii... kenapa terdiam mematung?
Kemarilah, aku tau kau bebas dalam anganku malam ini ya meski itu akhirnya menyakiti diri.
Kemarilah, aku bisikkan sesuatu di telingamu...
AKU MENGINGINKANMU, ADI WISASTRA...
*tertunduk, menangis gila.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar