Followers

Kamis, 29 Januari 2015

Hilang

Ku ubah segalanya tentang ku. Salah satunya karna aku membenci aku dan alasan lainnya aku ingin tersadar bahwa kamu dosa besar yang harus aku tanggung hingga nanti.

Aku perbaiki diri tak lagi untuk layak kamu cintai.

Kamu... lelaki yang membuatku jatuh bertubi-tubi.

Sakit!!!!

Ampuni aku...

Lier

Takut...
Ternyata tak dirasakan dengan lelaki yang kuanggap lelakiku.
Dia bisa tersenyum dan tertawa terbahak-bahak bersama teman-temannya bahkan dengan perempuan miliknya. Sementara aku... aku terdiam menahan sakit dan takut teramat sangat.
Itu yang dia sebut CINTA???

Senin, 26 Januari 2015

Kamis, 22 Januari 2015

Sama Rasa

Ada begitu banyak kebohongan yang sudah aku jalani demi menjaga nama diri, keluarga dan menjaga nama baik kamu.
Ada begitu banyak juga kejujuran yang sering aku ungkapkan yang kini hanya membuatku terdiam.
Ya... semua tak berguna karna kebohongan demi kamu yang tak pernah kamu perhitungkan.
Sayang, pada akhirnya, kamu lah lelaki yang ku cintai dari awal hingga saat ini semakin membesar rasa yang kumiliki. Ku bohongi lelaki yang menyayangiku dalam kasarnya itu.
Dia luruhkan semuanya untuk aku, sementara aku luruhkan hampir semua yang ku punya hanya untuk menemui kamu.
Dia yang memakiku dengan sangat sembari airmatanya tak pernah putus mengalir, membenci aku yang menyakitinya berkali-kali karna rasa aku ke kamu yang begitu besar.
Sebuah kondisi yang saat itu tak dapat aku mengerti. Mungkin jika pukulan tak mendarat di tubuhku, aku benar-benar menganggap dia seperti dewa sementara aku manusia yang tak pernah tahu diri.
Setidaknya aku pahami, siapapun itu, pasti akan melakukan hal yang sama ketika merasa tak mampu menahan sakit. Ya... kamu pun begitu sayang, ingatkah kamu ketika derasnya pukulan itu mengenai kepala saya, mungkin kamu berharap dengan begitu saya bisa hilang ingatan, tidak sayang, sama sekali tidak, aku mengingatnya pada setiap kali denyutan kepalaku meningkat. (Continue)

Selasa, 20 Januari 2015

Coret

Hai Tuhan...
Sebeginikah salahnya aku Tuhan hingga kau berikan hal yang jujur membuatku sangat terjatuh.

Minggu, 18 Januari 2015

Tanpa Judul

Sakit!!!
Terbangun dini hari dengan rasa sakit ini membuat aku mencoba mengerti ini kah pengertian dari rasa sakit sesungguhnya.
Kenapa saat aku menginginkannya Tuhan??? Lebih daripada lelaki yang kucintai sewindu ini. Kembalikan dia padaku maka kuhentikan detik ini juga termasuk cinta sewinduku.

Sabtu, 17 Januari 2015

Secarik Kain Usang

Terimakasih lelaki,
Rela menggunakan secarik kain dari tumpukan barang bekas yang kukirim padamu.
Aku, dalam harapan dapat menjadi secarik yang slalu kamu gunakan bukan seorang yang kan kamu buang.
Tersadar pada angan kosong dari seorang aku dan hadiah dari ketidaksukaanmu kini ku DIAM sembari seretkan raga meski jiwa enggan beranjak di tempat semestinya dari cinta yang tak seindah semestinya.
Sastraku, pandang layakmu telah jadikan KITA seperti layak.
Dan sekali lagi, aku DIAM sembari seretkan raga meski ku tau asa selalu berkembang di matamu yang slalu ku rindu.
Ku harap, kau terus memakai secarik hingga itu seperti aku dan kecil, terbuang!!!