Followers

Minggu, 29 Maret 2015

Dan

Dan lagi, aku tahu kau kerap mencari tahu keadaan dari perempuan yang memang lebih dari aku.

Dan lagi, aku memeluk kaki sembari menangisi kebodohan ku yang kerap menanti harapan basi.

Dan, apa ku terima saja lamaran dari lelaki yang tak pernah ku tahu wajah dan lakunya, hasil perjodohan yang kerap mereka sodorkan padaku yang selalu menanti kamu.

Dan...
Biarlah aku kembali memeluk kaki menangisi kamu yang membuatku perlahan mati.

Jumat, 27 Maret 2015

Wisastra

Tak menyenangkan kemarin. Kenapa? Kau jengah pada keluh kesahku?

Aku ini, Tuhan, kerap merindu pada hal yang tak mampu lagi membuat aku berlalu.

Aku ini, Tuhan, berjalan sendiri tanpa ada peduli lagi yang terselip di hati.

Aku ini apa, Tuhan???
Kerap menekukkan kaki demi harapan yang tlah sastra anggap basi.

Rabu, 25 Maret 2015

WISASTRA

Tuhan..
Mengapa takdir baik tak pernah berpihak pada cintaku?

Sampai kapan aku harus berdiam seakan semuanya baik-baik saja. Apa hubungan kami benar-benar telah menjadi puing tanpa sisa?

Aku merindukan dia yang dulu, menanyakan keadaan tanpa harus terbayang pada kesalahan masalaluku.
Apa aku hanya berharap kosong pada sebuah harapan yang ntah??

Apa slamanya mimpi ku hanya menjadi sebuah mimpi indah di musim yang tak pernah aku tahu berpihak kemana???

Aku seperti seorang gadis pemimpi yang mengharapkan pangeran pujaannya mendatangi dengan segalanya hal yang ada pada masa depan. Tak perlu berlutut untuk melamar cukup duduk manis dengan memberikan balon gas atau sebuah apel dengan diiringi kata-kata paling romantis yang ingin sekali aku dengar darinya, lagi... "MAUKAH KAMU MENIKAH DENGANKU"

Semua hanya mimpi belaka bahkan membuatnya terlihat romantis hanya mampu membuatku bahagia selama dua hari saja... karena itu bohong. Aku melakukannya sendiri bukan karena ia yang menginginkan.

Sampai kapan Tuhan... aku menekuk dan mendekap kaki menangisi segalanya. Aku menginginkannya Tuhan.

Aku benar-benar merindukannya.

Sabtu, 21 Maret 2015

21 Maret 2015


Ku tulis ini dipergantian hari, tepat saat bus ini akan mengajakku beralih dari peristirahatan dengan harapan bisa bangkit dari segala yang saat ini membuatku terpuruk.

Pada aku yang dulu, bisakah kita mengulang waktu. Aku tak ingin seperti ini, aku ingin menjadi aku yang berani berontak, aku ingin menjadi aku yang mampu melindungi diri, aku ingin menjadi aku yang tak dapat disakiti oleh siapapun.

Sakit, jika selalu menangis karna tak adanya kepercayaan akan perbaikan dari kesalahan yang kuperbuat dilampau yang sesungguhnya tak sepenuhnya salahku.

Pada perjalanan ini, semoga saja mampu menamparkanku pada ingatan bahwa dia, lelaki harapan ku tak pernah serius berharap menjadi pengantinku karna masalaluku.

Dia tak berhak membuat hidupku kedepan berantakan karna ia tak pernah benar-benar ingin menyelamatkanku.


Senin, 16 Maret 2015

Aku dan Harapanku

Bagimana mungkin aku mampu mencintai yang lain... sementara hatiku telah dipenuhi keinginan mencintaimu. Sastra... jika ada waktu yang bisa diganti dengan tubuh ini, kuserahkan hanya untuk berhenti bernafas dalam dekapmu.

Sabtu, 21 Februari 2015

Lagi

Terisak kembali. Ya karna kau kembali ungkit hinanya aku.
Sebegitu tak pantas kah?

Rabu, 11 Februari 2015

Nak... Maafkan Ibu.

SURAT DARI SURGA (ditulis oleh bayi perempuan korban aborsi): http://youtu.be/yafAyi_Kfhw

Selasa, 10 Februari 2015

Cry

Bahkan... kamu tak pernah mengenal aku.
Aku yang tak pernah menseriusi setiap perkataanku.
#cry

Minggu, 08 Februari 2015

Hobby

Tak suka dengan kerjaan kamu... begitu pesan singkat kamu. Tenang, saya sudah tahu, tapi juga kamu harus tahu dengan bencinya kamu maka kamu harus kerja lebih keras nantinya. Dan saya akan ubah kerjaan saya tapi tak mengubah hobby saya untuk menulis, hanya mungkin tak lagi menulis untuk oranglain tapi menulis untuk KITA. #celoteh

Sabtu, 07 Februari 2015

FUCK YOU SASTRA

Tolong jangan membuat saya kembali berlaku kejam.
Tolong jangan memaksa saya untuk jengah dengan keadaan.
Sekiranya kamu ingat... sayalah yang ada dalam kesakitan.
Jika tak hargai saya setidaknya jangan menabur luka berlebihan.
Saya tak punyai obat penawarnya tapi saya punya banyak racun yang bisa membunuh saya dan rasa bahagia kamu... selamanya.

Rabu, 04 Februari 2015

HAMPA

Aku kembali menangis lagi, Tuhan.
Aku kembali melemah lagi.
Urat syarafku menegang dalam ketakutan.
Harapanku menipis dalam kehampaan.
Aku butuh dia... aku butuh dia dalam tulisan masa depanku.
Aku butuh dia.... dia yang diaampingku dalam manisnya pernikahan kami.
Tapi sakitku karna teguranmu ini akan memutus segalanya....
Tuhan...
Aku melemah lagi.

Selasa, 03 Februari 2015

Aplikasi Kosong

Mungkin saat ini... genggaman tanganmu... isengnya jemarimu... atau tatapan matamu yang mampu membuat aku langsung tertidur nyenyak.

Bahkan... begitu banyak aplikasi untuk tuangkan rindu hanya membuatku semakin sesak karna merasa tak ada yang digunakan meringankan rindu ini padamu.

Andai bisa ulang waktu... setidaknya tak kubiarkan aplikasi ini kosong dari tatapan matamu.

???

Sebegini diamnya kah aku?
Sakit dan ketakutan yang aku tahan sendiri.
Sastra... aku membutuhkanmu berada menemani akhirku!!!

*meringis

Senin, 02 Februari 2015

:(

Tersentak aku seketika...
Seakan-akan tak percaya...
Airmata penyesalan mengalir deras...
Itupun tak bisa kembalikan dirimu....

Terlatih Patah Hati

Terlatih Patah Hati: http://youtu.be/9u6_OYhlX28

Tanjung Tinggi

Tanjung Tinggi: http://youtu.be/h6_aXsPmb88

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas: http://youtu.be/fbF8zD2WAlc

Takut

Aku takut... sungguh.
Bayangan itu seperti menerkam ku dan membuat seluruh ototku mengeras.
Aku takut...

Minggu, 01 Februari 2015

Februarimu, bukan aku.

Hai....
Apa kabar? Aku ingin melirih, bolehkah?
Aku merindukanmu, itu lirihku yang teramat pelan yang mampu ku ucap.
Sini, kemarikan tanganmu.
Nah, bisa kau rasakan degup jantungku saat ini?
Itu selalu terjadi bahkan ketika aku mencoba melupakan.

Heiii... kenapa terdiam mematung?
Kemarilah, aku tau kau bebas dalam anganku malam ini ya meski itu akhirnya menyakiti diri.
Kemarilah, aku bisikkan sesuatu di telingamu...

AKU MENGINGINKANMU, ADI WISASTRA...

*tertunduk, menangis gila.

Kamis, 29 Januari 2015

Hilang

Ku ubah segalanya tentang ku. Salah satunya karna aku membenci aku dan alasan lainnya aku ingin tersadar bahwa kamu dosa besar yang harus aku tanggung hingga nanti.

Aku perbaiki diri tak lagi untuk layak kamu cintai.

Kamu... lelaki yang membuatku jatuh bertubi-tubi.

Sakit!!!!

Ampuni aku...

Lier

Takut...
Ternyata tak dirasakan dengan lelaki yang kuanggap lelakiku.
Dia bisa tersenyum dan tertawa terbahak-bahak bersama teman-temannya bahkan dengan perempuan miliknya. Sementara aku... aku terdiam menahan sakit dan takut teramat sangat.
Itu yang dia sebut CINTA???

Senin, 26 Januari 2015

Kamis, 22 Januari 2015

Sama Rasa

Ada begitu banyak kebohongan yang sudah aku jalani demi menjaga nama diri, keluarga dan menjaga nama baik kamu.
Ada begitu banyak juga kejujuran yang sering aku ungkapkan yang kini hanya membuatku terdiam.
Ya... semua tak berguna karna kebohongan demi kamu yang tak pernah kamu perhitungkan.
Sayang, pada akhirnya, kamu lah lelaki yang ku cintai dari awal hingga saat ini semakin membesar rasa yang kumiliki. Ku bohongi lelaki yang menyayangiku dalam kasarnya itu.
Dia luruhkan semuanya untuk aku, sementara aku luruhkan hampir semua yang ku punya hanya untuk menemui kamu.
Dia yang memakiku dengan sangat sembari airmatanya tak pernah putus mengalir, membenci aku yang menyakitinya berkali-kali karna rasa aku ke kamu yang begitu besar.
Sebuah kondisi yang saat itu tak dapat aku mengerti. Mungkin jika pukulan tak mendarat di tubuhku, aku benar-benar menganggap dia seperti dewa sementara aku manusia yang tak pernah tahu diri.
Setidaknya aku pahami, siapapun itu, pasti akan melakukan hal yang sama ketika merasa tak mampu menahan sakit. Ya... kamu pun begitu sayang, ingatkah kamu ketika derasnya pukulan itu mengenai kepala saya, mungkin kamu berharap dengan begitu saya bisa hilang ingatan, tidak sayang, sama sekali tidak, aku mengingatnya pada setiap kali denyutan kepalaku meningkat. (Continue)

Selasa, 20 Januari 2015

Coret

Hai Tuhan...
Sebeginikah salahnya aku Tuhan hingga kau berikan hal yang jujur membuatku sangat terjatuh.

Minggu, 18 Januari 2015

Tanpa Judul

Sakit!!!
Terbangun dini hari dengan rasa sakit ini membuat aku mencoba mengerti ini kah pengertian dari rasa sakit sesungguhnya.
Kenapa saat aku menginginkannya Tuhan??? Lebih daripada lelaki yang kucintai sewindu ini. Kembalikan dia padaku maka kuhentikan detik ini juga termasuk cinta sewinduku.

Sabtu, 17 Januari 2015

Secarik Kain Usang

Terimakasih lelaki,
Rela menggunakan secarik kain dari tumpukan barang bekas yang kukirim padamu.
Aku, dalam harapan dapat menjadi secarik yang slalu kamu gunakan bukan seorang yang kan kamu buang.
Tersadar pada angan kosong dari seorang aku dan hadiah dari ketidaksukaanmu kini ku DIAM sembari seretkan raga meski jiwa enggan beranjak di tempat semestinya dari cinta yang tak seindah semestinya.
Sastraku, pandang layakmu telah jadikan KITA seperti layak.
Dan sekali lagi, aku DIAM sembari seretkan raga meski ku tau asa selalu berkembang di matamu yang slalu ku rindu.
Ku harap, kau terus memakai secarik hingga itu seperti aku dan kecil, terbuang!!!