Dan lagi, aku tahu kau kerap mencari tahu keadaan dari perempuan yang memang lebih dari aku.
Dan lagi, aku memeluk kaki sembari menangisi kebodohan ku yang kerap menanti harapan basi.
Dan, apa ku terima saja lamaran dari lelaki yang tak pernah ku tahu wajah dan lakunya, hasil perjodohan yang kerap mereka sodorkan padaku yang selalu menanti kamu.
Dan...
Biarlah aku kembali memeluk kaki menangisi kamu yang membuatku perlahan mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar