Followers

Rabu, 25 Maret 2015

WISASTRA

Tuhan..
Mengapa takdir baik tak pernah berpihak pada cintaku?

Sampai kapan aku harus berdiam seakan semuanya baik-baik saja. Apa hubungan kami benar-benar telah menjadi puing tanpa sisa?

Aku merindukan dia yang dulu, menanyakan keadaan tanpa harus terbayang pada kesalahan masalaluku.
Apa aku hanya berharap kosong pada sebuah harapan yang ntah??

Apa slamanya mimpi ku hanya menjadi sebuah mimpi indah di musim yang tak pernah aku tahu berpihak kemana???

Aku seperti seorang gadis pemimpi yang mengharapkan pangeran pujaannya mendatangi dengan segalanya hal yang ada pada masa depan. Tak perlu berlutut untuk melamar cukup duduk manis dengan memberikan balon gas atau sebuah apel dengan diiringi kata-kata paling romantis yang ingin sekali aku dengar darinya, lagi... "MAUKAH KAMU MENIKAH DENGANKU"

Semua hanya mimpi belaka bahkan membuatnya terlihat romantis hanya mampu membuatku bahagia selama dua hari saja... karena itu bohong. Aku melakukannya sendiri bukan karena ia yang menginginkan.

Sampai kapan Tuhan... aku menekuk dan mendekap kaki menangisi segalanya. Aku menginginkannya Tuhan.

Aku benar-benar merindukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar